Bajaj Pulsar 180 UG4

3 February 2010 27 comments

Sebelumnya pakai Pusar P180 UG4, saya pakai Shogun 125 milik ayah saya.. Berhubung beliau ingin ngantor dengan mengendarai motor, alhasil saya harus mengalah dan mencari alternatif kendaraan transportasi lain.

Di dalam hati saya, ada keinginan untuk membeli sebuah motor sport (berkopling) namun dengan harga yang relatif terjangkau. Sempat melirik H*nd* T*g*r revo, namun saya merasa harganya tidaklah terjangkau, Y*m*h* V-*x**n merupakan pilihan yang cukup bagus, namun saya tidak sreg dengan penampilannya, Sc*rp** memiliki tenaga yang besar namun saya rasa cukup mahal dan cukup boros bahan bakar, TVS *p*ch* merupakan juga salah satu pilihan yang baik. Setelah browsing-browsing di internet dan baca-baca postingan di forum, akhirnya pada pertengahan bulan puasa tahun 2009 saya memutuskan untuk memilih Bajaj Pulsar.

Ada 2 varian dari Bajaj Pulsar, P180 dan P200. Selain perbedaan kapasitas mesin, di antara keduanya juga memiliki perbedaan teknologi yang jelas pada “oil cooled system” dan juga knalpot. Selisih harganya sekitar 3 jutaan.

Ketika pergi ke dealer Bajaj yang berada di Jl. Dewi Sartika (BAS/Bajaj Andalan Sakti), CSnya mengatakan kalau Bajaj akan mengeluarkan varian baru dari P180 tanpa diikuti dengan kenaikan harga (isn’t it amazing!). CSnya menjelaskan bahwa nantinya akan ada perubahan dan penambahan yang cukup signifikan antara P180 yang saat ini ada dengan P180 yang akan segera dipasarkan (UG4). Akhirnya saya memberanikan diri untuk indent P180 versi baru tersebut dengan estimasi sekitar satu minggu.

Satu minggu berlalu, akhirnya P180 UG4 diantar ke kediaman saya di Pasar Minggu. Sedikit terkesima dengan beberapa perubahan yang ada pada P180 varian baru ini, antara lain pada stang jepitnya, chasing body, shock depan, split seat, hilangnya kick starter, dan ban tubelessnya.

berikut ini spesifikasi dan performa dari P180 UG4:

Pertama kali coba P180 UG4 kesannya terasa mantap dan nyaman..
maklum dengan tinggi sekitar 180cm dan berat 70kg, saya biasa mengendarai motor bebek. Jadi butuh penyesuaian ekstra..🙂

Setelah beberapa lama menggunakan motor ini, saya berpendapat bahwa ada beberapa kelebihan dan kelemahan dari Bajaj Pulsar (secara umum), P180 UG4 (secara khusus)

kelebihan (+)
– cukup irit (dalam kota Jakarta bisa sekitar 1 liter per 40km)
– teknologi Twin Spark memberikan tenaga yang besar
– digital speedometer + led
– ban tubeless
– suara tidak bising
– nyaman dipakai untuk touring
– terasa lega dengan split seat

kekurangan (-)
– radius putar yang kecil agak merepotkan ketika melakukan “U turn”
– 145kg akan cukup menyulitkan di tempat parkir
– tidak ada kick starter
– kecepatan agak lambat turun ketika mencapai RPM atas

sekian dulu sharing pengalaman dan sedikit review dari saya, semoga bermanfaat..

Categories: Review, Transportation

Start

13 January 2010 Leave a comment

bismillahirrahmaanirrohiim..

dengan ini saya mencoba memulai blog saya, semoga dapat memberi manfaat bagi saya dan juga orang lain.. ^__^

*ditulis dengan ditemani lagu yang berjudul sama dengan judul posting ini, “start” by Depapepe

Categories: Umum